Ngalamers

DSCN0493

Ngalamers, ini adalah pelajaran berharga dan harus menjadi perhatian para pendaki gunung yang ‘suka’ melanggar larangan pendakian. Meski jalur pendakian Gunung Semeru hingga saat ini masih ditutup oleh pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), namun 16 pendaki asal Tangerang nekad menerobos hingga Ranu Kumbolo

. Seperti dirilis beritametro.co.id, Sabtu (18/04/2015), ke-16 pendaki nekad tersebut tanpa izin petugas di Pos TNBTS Resort Ranu Pane, Lumajang mendaki Gunung Semeru melalui jalur tidak resmi di kawasan Poncokusumo, Kabupaten Malang. “Petugas kami sedang membersihkan jalur yang tertutup longsoran di sekitar Ranu Kumbolo. Di sana, ternyata berhasil mendapati 16 pendaki yang nekat menerobos jalur pendakian dan akhrinya mereka kami tangkap dan usir turun kembali melalui jalur Ranu Pane,” kata Kepala BB TNBTS, Dr.Ir.Ayu Dewi Utari, Msi. Ayu Dewi menambahkan, “Memang untuk mendaki Semeru ada jalur-jalur yang tidak resmi sehingga tidak melalui pos petugas Resort TNBTS yakni di Ranu Pane. Di antara jalur tidak resmi ini, bisa dari Poncokusumo, Tawon Songo dan lainnya,”. Ngalamers, dengan pengawalan petugas TNBTS, ke-16 pendaki tersebut diarahkan ke Pos Ranu Pane untuk proses interogasi dan pendataan identitas. “Selanjutnya, mereka kita perintahkan pulang. Data identitas mereka juga kita tetapkan masuk daftar blacklist pendakian Gunung Semeru dan gunung lainnya. Daftar black list ke-16 pendaki ini, juga sampaikan kepada semua pengelola,” tegas Ayu. Menerobos jalur pendakian yang telah ditetapkan dinilai Ayu sangat berbahaya. Pihaknya akan melakukan sosialisasi agar tak terjadi pengulangan peristiwa serupa. Untuk diketahui Ngalamers, pihak BBTNBTS per 05 Januari 2015 lalu secara resmi menutup jalur pendakian ke Gunung Semeru hingga batas waktu yang belum ditentukan. (Baca: Jalur Pendakian Gunung Semeru Belum Dibuka). Penutupan dilakukan untuk pembersihan jalur serta pemulihan ekosistem di kawasan Gunung Semeru. Pad 22 April 2015, BBTNBTS akan menggelar rapat koordinasi terkait pembukaan rute pendakian. “Sedangkan untuk pembukaan jalur pendakiannya masih menunggu hasil rapat koordinasi tersebut. Kapan jalur pendakian dibuka, belum jelas dan belum kita tetapkan karena masih dimintakan rekomendasi dari berbagai pihak. Baik dari vulkanologi dan instansi lainnya

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s